Selasa, 30 Oktober 2012

Jadi, alasan mereka ke luar negeri itu gini loh......


So, here’s the case. Tentang orang-orang hebat di indonesia kenapa ke luar negeri? Biasany mereka menjawab karena kurang dihargai di negeri sendiri. Well, is that really all of the excuses. Well I think i found something. Pemikiran ini ditemukan saat sedang melamun (yeah, i do that a lot, like... A LOT). Tentang orang-orang hebat di Indonesia yang sekarang ada di luar negeri. Mereka-mereka yang dikatakan kurang dihargai dan sebagainya. Pemikiran ini sendiri, ehem, menurut saya, agak sedikit kurang tepat. Kenapa, well, here is my reasoning:
Coba langsung kita lihat aja kasusnya: Pak Habibie yang sekarang went overseas. Yak kita semua tahu beliau sekarang ada di luar negeri, bahwa beliau pernah bikin pesawat terbang dan lainnya. Beliau sangat cerdas dan sebagainya (dikatakan tanpa bermaksud mendiskreditkan, hanya saja terlalu banyak pujian untuk beliau, mari kita singkat, sebab bukan itu konteks pembicaraan kita, olrait?) Selain itu seperti Ibu Sri Mulyani yang sekarang juga lagi kerja di luar negeri. Nah, selain itu juga banyak ilmuan kita yang kerja di perusahan-perusahaan luar negeri. Point? Mereka semua cerdas, kompeten, luar biasa.
Dan Indonesia tidak mengerti bagaimana cara memberdayakan mereka.
See. Kenapa saya bilang begitu? Mari kita lihat gambaran umum saja.
Ambillah seorang ilmuan fisika, ia sangat cerdas, dengan banyak ide di kepalanya, dengan banyak percobaan ilmiah menunggu di wujudkan melalui tangannya. Untuk itu, mereka perlu pendanaan. Ketika kita bicara masalah pendanaan untuk hal yang sifatnya eksperimental, tidka hanya di Indonesia, di dunia ini pun untuk biasa mendapatkan pembiayaan itu, para ilmuan harus berjuang untuk mencari sponsor yang au mendanai proyek mereka itu. Sudah pernah baca, ilmuan fisika kuantum di amerika sampai hari ini masih tidak bisa melakukan eksperimennya hanya karena terhalang dana 20.000 dolar? Jika dibandingkan dengan proyek fantastis lain di dunia ilmu pengetahuan, 20.000 dolar itu sangat sedikit, tapi karena ‘idenya dianggap terlalu mustahil’, there he is, eksperimen terhenti.
Di Indonesia, sampai saat ini, pemerintah perhatiannya sangat kecil sekali untuk hal-hal yang bersifat pengembangan, discovery, Mereka lebih mengutamakan peningkatan kesejahteraan yang sifatnya hanya ‘sekarang’ daripada pengembangan teknologi berorientasi ke masa depan yang lambat jalannya (dan seringnya dianggap tak membuahkan hasil, padahal eksperimen adalah memang hasil dari try and error). Habislah nasib ilmuan jika mengharap rengkuhan hangat dari pemerintah.
Kemudian perusahaan lokal, sejauh ini, wiraswastawan saja hanya sejumlah 3% (CCMIW, I forgot the exact number. I guess that’s what my lecturer said, I was asleep/daydreaming at class by the way) dari JUMLAH SELURUH ORANG INDONESIA. Nah, sebagian dari mereka itu berapa banyak sih yang bisnisnya ke arah teknologi? Nggak pernah kedengeran ada perusahaan lokal bikin perusahaan henpon, perusahaan mobil. Sejauh ini paling banter sifatnya ada software. Untuk hardware>>none. APALAGI FISIKA KUANTUM! Baik. Mari kita tutup kemungkinan ilmuan kita kerjasama dengan perusahaan lokal.
Nah, kemana lagi mau nyari sponsor? Terpaksalah kabur ke negara lain, dengan fasilitas memadai, dengan banyak peluang pembiayaan (dengan syarat-syarat tertentu yang mengikat tentu saja). Dan itulah, para ilmuan ini pindah keluar, mengejar mimpinya, untuk melakukan sesuatu yang lebih bagi dunia.
Kasus lain, udah berapa kali sih, National Geographic tuh ke Indonesia urusan wildlife dsb. MEREKA NYARI LOH KESINI!!! Dan kita membengkalaikan semua spesies2 itu begitu saja tanpa ada bantuan untuk mengembangkan ke arah yang lebih advanced supaya kita bisa lebih merajai apa yang kita miliki (kembali ke pengaturan anggaran APBN yang lebih mementingkan urusan perut). Selain itu, tentang global warming. Sampai hari ini, urusan tata kota itu nggak beres. Bangun aja ruko di mana-mana, sedangkan di luar negeri mereka memanfaat setiap arsiteknya untuk mulai membuat rumah ramah lingkungan. Misalnya gimana supaya pencahayaannya maksimal, angin bisa masuk. Nggak cuma kotak2 tok, isi lampu banyak2 sama AC kenceng2. Udah deh. Jantung dunia ini kerjaannya makin ke sini makin bolongin ozon aja. Arsitek? Itung aja deh anak SMA yang mau jadi arsitek lalu dimarahin sama orang tuanya karena ngga dianggap pekerjaan yang menjanjikan. Nah kan nggak kepake lagi orang pintar cerdas dan kreatifnya =) (kayaknya makin ke sini makin ngomel, baiklah mari kita sudahi).
Itu baru contoh untuk ilmuan, bidang eksakta, belum lagi sosial. Nggak berani biacara di bidang ini, soalnya saya emang lebih ngerti kausalitas permasalahan ilmuan sih. 
Ketika kita bicara orang-orang cerdas, mereka pemikirannya sudah beyond. Kalau kita tidak bisa mengakomodasi, mereka akan berterbangan seperti elektron bebas, dengan idealismenya mencari apa yang bisa dilakukannya. Dan sejauh ini, memang negara kita selalu kebingungan ketika memiliki orang-orang lebih seperti ini, pertanyaannya selalu=mau ditaroh dimana?? Semakin abstrak keuntungan yang diperoleh, semakin tidak menguntungkan untuk pribadi, semakin terbengkalailah urusan mengikat elektron-elektron berenergi ini.

Goodbye Beautiful Mind People...... :'(


Selasa, 11 September 2012

Sept 12th, 2012. Morning! Where am I Going??

Yooo!!! It's morning 6.14 in Banjarmasin. So cold and maybe windy (no, i don't open my gordyn to look at the sorroundings, I just make an unimportant guess). Today, I don't have any class, since my senpai are going to held graduation ceremony. Last semester I was in charge to take care of little things in that event, but this year, I don;t take any part, because I need my free time this time!
Maybe today, I'm going to spend some fun times with the girls, it's been so long since the last time we have quality time together. (The song change from One OK Rock's The Begining into Notes'n'Words) So I hope today we could do that. My only worry is that I'm afraid maybe we have class at afternoon. if we actually have class, maybe we'd cance it.
but before all te fun times, I have this promise to accompany one of them, Hesty, to get USG check. We still undecided about where are we going to take the test. If it's directly to the doctor (I need to find what's the english for 'dokter praktek'), maybe we have to do that at night, but if we want to do it morning, we might could take the test at Suaka Insan Hospital. I've already texted her, and waiting for reply.
I need to do my assignment by the way. I have 4 assignments for Plant Physiology and 1 for Animal Physiology. It has to be fun doing it, because there's no point on doing it with bad feeling, right? With fun feeling when doing something, the thing would leave self meaning and I hope that will make me actually remember then matters. (#NP Crazy Moon~Kimi wa Muteki--Arashi).
Mmm, sorede..... Books, I need to find some books and prepared about lesson I wanted to teach for class 11. Maybe, for now that's all.

I wish today is fun. Tanoshii ni narouze!!!

(#NP Believe--Arashi)

Sabtu, 08 September 2012

Like always, the first post

I've been writing in internet like everyday and most of it are RUBBISH. i have a little too much blog account, 2 in blogger (this one make it 3), 1 in blogspot, 1 in kompasiana, 1 in livejournal, and I managed to let them inactive *innocent face*
I'm trying to be better, and started to make some kind of daily journal. this one i hope, could do it...

If you find this blog, I just want you to know that it mostly contains my blabbering (that's why I named it that way). feel free to conmment, since it just my raw thought. I;m trying to keep myself writing for the next to come. :)